Mendengar hutan untuk menemukan burung langka

GemaHutan membantu petugas konservasi mengetahui spesies burung yang terdengar di kawasannya, lalu memperkirakan di mana burung itu berada dari suara yang ditangkap beberapa alat perekam.

  1. 01
    RekamAlat perekam atau ponsel petugas menangkap suara hutan.
  2. 02
    KenaliModel mengenali spesies burung dari potongan suara 3 detik.
  3. 03
    Perkirakan lokasiArah dan jarak dari beberapa alat mempersempit area asal suara. Saat ini masih lewat simulasi.

Apa itu GemaHutan

Survei burung langsung membutuhkan ahli dan waktu lapangan yang panjang. Alat perekam bisa merekam hutan berhari-hari, tetapi tidak ada yang sanggup mendengarkan semua rekamannya. GemaHutan memproses rekaman itu secara otomatis: mendeteksi spesies, menghitung indeks suara lingkungan, menampilkan spektrogram, dan meminta peneliti memverifikasi hasilnya.

Lokasi burung langka adalah informasi yang dicari pemburu. Karena itu koordinat tepat deteksi spesies prioritas hanya terlihat oleh admin dan peneliti.

Aplikasi ini berjalan di peramban laptop dan ponsel, tanpa perlu memasang aplikasi, dan tanpa kartu grafis di server.

Untuk siapa

GemaHutan dibuat untuk petugas konservasi, bukan untuk masyarakat umum. Akun dibuat oleh admin kawasan.

  • Admin kawasan

    Pengelola balai taman nasional atau BKSDA

    Membuat akun petugas, mengatur lokasi dan perangkat, menetapkan spesies prioritas, membaca laporan bulanan.

  • Peneliti

    Ahli burung dan peneliti mitra

    Memverifikasi deteksi, mengekspor data terverifikasi, memeriksa angka mutu model.

  • Ranger

    Polisi hutan, petugas lapangan, relawan

    Merekam dan mengunggah, melihat hasil rekamannya sendiri, mencoba simulasi perkiraan lokasi.

Tahapan

Alat perekam belum terpasang. Yang berjalan sekarang adalah Tahap 1.

  1. Tahap 1: Perangkat lunakSedang berjalan

    Model 25 spesies, aplikasi untuk tiga peran, verifikasi ahli, laporan, simulasi lokasi dengan alat virtual.

  2. Tahap 2: Uji lapanganRencana

    Satu kawasan mitra, alat perekam terpasang, angka akurasi lapangan yang diverifikasi pakar.

  3. Tahap 3: Jaringan alatRencana

    Alat dengan jam tersinkron, perkiraan area asal suara dari rekaman nyata, peringatan spesies langka.

  4. Tahap 4: Peluang dan ancamanRencana

    Peta peluang keberadaan dari riwayat deteksi, serta suara gergaji mesin, tembakan, dan kendaraan.

  5. Tahap 5: Skala nasionalRencana

    Banyak kawasan dalam satu sistem dengan hak akses per kawasan, dan data terbuka.

Di balik GemaHutan

GemaHutan dikembangkan oleh tim dua orang.

  • Artya Epriliani

    Ketua tim

  • Azra Hudaya

    Anggota tim

Data dan teknologi yang kami pakai

GemaHutan memakai data dan perangkat lunak terbuka berikut sesuai lisensinya. Pemiliknya tidak terafiliasi dengan GemaHutan dan tidak terlibat dalam pengembangannya.

Kode dan kontak

Kode sumber GemaHutan terbuka. Pertanyaan, laporan masalah, atau tawaran menjadi kawasan uji coba Tahap 2 bisa dikirim lewat Issues di GitHub.